Authors Posts by operator

operator

245 POSTS 0 COMMENTS

Peringatan HUT RI yangt ke 73 tahun 2018 di Kecamatan Kalpare  terbagi dalam beberapa kegiatan antara lain Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera dilakukan pada tanggal 16 Agustus 2018 dimana sebanyak 72 Siswa Siswi yang terpilih diambil dari 4 lembaga setingkat SLTA se Kecamatan Kalipare, acara dimulai pukul 18.15 WIB sampai 19.00 WIB dan dilanjutkan dengan malam tasyakuran yang dihadiri oleh Muspika , UPT dan UPTD / Instansi se Kecamatan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan warga sekitar Kantor Kecamatan.

Tanggal 17 Agustus 2018 pukul 09.45 WIB dilaksanakan Upacara Bendera dengan Irup Camat Kalipare Perwira dan Komandan Upacara dari Koramil 0818/13 Kalipare, dan peserta Upacara dari Korpri, UPT dan UPTD / Instansi se Kecamatan, Perangkat Desa, Linmas, Karang Taruna dan Ormas serta Siswa-siswi mulai dari SD , SLTP, dan SLTA. Pukul 16.00 dilakukan Upacara Penurunan Bendera dengan Irup Dan Ramil 0818/13 Kalipare Perwira dan Komandan Upacara juga dari Koramil 0818/13 Kalipare, acara berjalan lancar tertib dan terkendali.

Disamping itu juga ada kegiatan Lomba Gerak Jalan yang dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2018 yang terbagi dalam Tingkat SD, SLTP, SLTA dan Peserta Umum. Sexang untuk Lomba Dusun Berseri penilaian dilaksanakan mulai tanggal 21 – 24 Agustus 2018.

1 245

Pada Tahun 2018 ini adalah tahun ke-4 dalam penggunaan Dana Desa yang sudah dimulai sejak tahun 2015. Program yang sejalan dengan Nawacita Presiden Kita poin ke 3 yaitu: membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah–daerah dan Desa dalam kerangka Negara Kesatuan. Perkembangan pembangunan melalui dana desa saat ini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat baik dalam kegiatan infrastruktur dan Juga Kegiatan Pemberdayaan, Misalnya: Bedah Rumah, Perbaikan Jalan Jembatan. Bidang Pemberdayaan dapat memberikan penguatan terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), memberikan penguatan masyarakat bidang ekonomi dan layanan sosial dasar. Pemerintah pusat di tahun 2015 menganggarkan Dana Desa sebesar 20,76T, tahun 2017 sebesar 46,98T, tahun 2017 sebesar 60T, tahun 2018 sebesar 60T.

Prioritas penggunaan dana desa hanya berfokus pada dua bidang pembangunan dan bidang pemberdayaan, Berdasarkan Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2018 Pasal 4 Ayat 1 dan diteruskan ke pada Peraturan Bupati Nomor 7 Tahun 2018 tentang Besaran dan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2018.

Total anggaran dana desa di 33 kecamatan di Kabupaten Malang total sebesar Rp. 314.215.308.000,-. Kecamatan Kalipare terdiri dari sembilan desa mendapatkan total dana desa sebesar Rp. 7.617.022.000, penerimaan tersebut dengan rincian per desa sebagai berikut:

No Nama Desa Total Dana Desa 2018 yang diterima
1 Sukowilangun 805.417.000
2 Arjowilangun 976.187.000
3 Arjosari 1.046.859.000
4 Kalirejo 768.212.000
5 Kalipare 914.583.000
6 Sumberpetung 865.123.000
7 Putukrejo 742.914.000
8 Tumpakrejo 760.957.000
9 Kaliasri 736.770.000
Total 7.617.022.000

Penyaluran Dana Desa tahun 2018 berbeda dengan tahun sebelumnya, perbedaannya terdapat pada tahapan pencairan. Pencairan 2017 dilakukan dua tahap yaitu 60% dan 40%. Tahun 2018 berdasarkan PMK 225/PMK.07/2017 tentang perubahan kedua atas peraturan menteri keuangan Nomor 50/PMK.07/2017 tentang pengelolaan transfer ke daerah dan dana desa, menyebutkan di pasal 99 ayat 2 bahwa penyaluran dana desa dilakukan secara bertahap dengan tahapan I sebesar 20%, II sebesar 40%, III sebesar 40%.

Berikut ini adalah tahapan/skema pencairan dana desa di Kecamatan Kalipare tahun 2018:

No. Nama Desa Pencairan Tahap 1 (20%) Pencairan Tahap 2 (40%) Pencairan Tahap 3 (40%) Total
1 Sukowilangun  161.083.400  322.166.800  322.166.800  805.417.000
2 Arjowilangun  195.237.400  390.474.800  390.474.800  976.187.000
3 Arjosari  209.371.800  418.743.600  418.743.600  1.046.859.000
4 Kalirejo  153.642.400  307.284.800  307.284.800  768.212.000
5 Kalipare  182.916.600  365.833.200  365.833.200  914.583.000
6 Sumberpetung  173.024.600  346.049.200  346.049.200  865.123.000
7 Putukrejo  148.582.800  297.165.600  297.165.600  742.914.000
8 Tumpakrejo  152.191.400  304.382.800  304.382.800  760.957.000
9 Kaliasri  147.354.000  294.708.000  294.708.000  736.770.000

 

Besarnya dana desa yang diterima desa harapannya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat khususnya di Kecamatan Kalipare, tentunya tetap berlandaskan dengan peraturan yang berlaku. Pendamping Desa mengacu pada tugas pokok dan fungsi pendampingan siap sedia mendampingi desa dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan yang berasaskan transparansi dan akuntabilitas.

Pendamping Desa juga menjadi partner desa untuk mensukseskan kegiatan yang ada di desa berhubungan dengan dana desa. Selain itu, sinergitas antara stakeholder Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Pendamping desa perlu ditingkatkan. Komunikasi yang apik dan saling sinergi sangat berpengaruh terhadap suksesnya realisasi dana desa di wilayah Kecamatan Kalipare. (PLD_PD)

0 169

beground2

Padat Karya Tunai (PKT) menjadi salah satu program yang dilaksanakan di desa tahun 2018. Semua desa dianjurkan untuk mengalokasikan kegiatan bersumber dari Dana Desa (DD) dengan target capaian keseluruhan 30% untuk PKT. Kegiatan PKT difokuskan pada kegiatan yang bersifat horisontal.

Setelah pada bulan maret 2018 dilakukan kegiatan sosialisasi tentang Padat Karya Tunai di Kecamatan Kalipare yang diikuti oleh 9 desa, kini diselenggarakan kegiatan penguatan pelaksanaan PKT untuk PD dan PLD. Bertempat di Aula Kecamatan Kalipare pada hari selasa tanggal 5 Mei 2018 dilaksanakan kegiatan In Service Training (IST) Klaster tentang pelaksanaan PKT. Kegiatan IST diinisiasi oleh Bapak Ketut Selaku Pendamping Ahli Infrastruktur Desa (PA ID) diikuti oleh Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa (PD – PLD) dari Kecamatan Pakisaji, Kepanjen, Sumberpucung, dan Kalipare. Kegiatan IST pelaksanaan PKT di Kecamatan Kalipare dilaksanakan pada pukul 10.00WIB dan berakhir pada pukul 16.00WIB.

Tujuan dari kegiatan IST adalah memberikan pemahaman teknis PKT kepada PD PLD, penyampaian Juknis PKT yang meliputi pengisian form laporan tentang PKT mulai dari data detail calon pekerja, data daftar infrastruktur PKT, dan pengisian data yang akan diakukan oleh desa sebagai kelengkapan laporan pelaksanaan PKT. Selain itu, dalam materi yang disampaikan mencangkup penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa di desa.

Kegiatan IST dibuka langsung oleh Sekretaris Kecamatan Kalipare Bapak Taufik Nurohman. Dalam sesi pembukaan menyampaikan bahwa “Kecamatan kalipare sangat mengapresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan IST karena kedepan bisa lebih berkulaborasi dalam pelaksanaan program Padat Karya Tunai khususnya di Kecamatan Kalipare”. Selain itu beliau juga berpesan “mohon dengan sangat di Kalipare dan Kecamatan yang hadir saat ini, dengan kondisi desa masih belum bisa dilepas sendiri dan masih butuh pendampingan dari kita semua (Pendamping Desa). Dana Desa masih merupakan barang baru meskipun sudah 3 tahun tetapi masih ada desa yang mengalami kesalahan dalam penyusunan administrasi. Semoga pendamping desa tidak segan-segan untuk mengkoreksi jika ada yang kurang tepat di desa terkait pelaksanaa DD”.

Kegiatan terlaksana dengan baik, terlihat dari aktifnya dialog peserta IST terkait materi pelaksanaan teknis PKT yang akan diimplementasikan di desa dampingan. Pasca kegiatan IST pelaksanaan PKT di Kecamatan Kalipare yang diikuti oleh klaster empat kecamatan, akan segera ditindaklanjuti dengan kegiatan yang sama di tingkat kecamatan dan desa. Memberikan pemahaman pengisian data PKT kepada Kecamatan dan Desa. Harapannya kegiatan teknis dan administrasi dapat dilakukan dengan tertib sesuai dengan aturan yang berlaku. (PD_PLD)

0 277

Undang Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 tak terasa sudah berjalan 4 tahun, pembangunan desa memang menjadi prioritas utama Presiden Joko Widodo mulai memimpin Pemerintahan. Pembangunan yang awalnya di titik beratkan pada ibu kota kini telah di alihkan untuk lebih di ratakan ke seluruh Indonesia, Hal ini diterjemahkan dalam sasaran Pengembangan wilayah di RPJMN 2015 – 2019.
Undang – Undang Desa Telah menempatkan desa menjadi ujung tombak pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah dalam hal ini Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Desa Pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada bulan Desember 2017 telah melakukan penandatanganan Keputusan Bersama Nomor; 140-8698 Tahun 2017,954/KMK.07/2017; 116 Tahun 2017; 01/SKB/M.PPN/12/2017 tentang Penyelarasan dan penguatan kebijakan percepatan pelaksanaan undang-undang nomor 6 tahun 2014.
Surat Keputusan Bersama Menteri (SKB 4 Menteri) ditindaklanjuti oleh Kemendagri melalui Surat untuk Bupati/Walikota Nomor 188.42/258/BPD berisi; a) Melakukan penguatan kewenangan, tugas dan fungsi inspektorat daerah, badan perencanaan, badan keuangan, dinas daerah terkait serta kecamatan dalam melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap Desa; b) Memfasilitasi dukungan pelaksanaan Padat Karya Tunai di Desa.
Kabupaten Malang juga di tindaklanjuti dengan surat pengantar ditujukan kepada Camat Se-Kabupaten Malang Nomor; 410/341/35.07.119/2018 tentang surat dari Dirjen Bina Pemdes Kemendagri dikirimkan sebagai bahan koordinasi terkait penerapan kegiatan Padat Karya Tunai dalam pemanfaatan dana desa.
Padat Karya Tunai (PKT), adapun manfaat yang di dapat dari program PKT adalah; 1. Produksi dan nilai tambah, 2. Perluasan kesempatan kerja sementara, 3. Penciptaan upah sementara, 4. Perluasan mutu dan akses pelayanan dasar 5.Penurunan angka Stunting serta, 6. terbuka nya desa terisolir.
Kegiatan Sosialisasi dan Bimtek PKT di Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang dapat terlaksana diinisiasi oleh Pendamping Desa yang bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2018 bertempat di Aula Kecamatan Kalipare. Camat Kalipare Moch Arifin, S. Sos. MM membuka kegiatan Bimtek tentang Padat Karya Tunai Tahun 2018. Bimtek PKT tersebut di hadiri oleh Kasi Pemerintahan, Kasi Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), bersama dengan 9 Desa PTPKD dan TPK, Pendamping Lokal Desa (PLD), Narasumber Bimtek PKT oleh Pendamping Teknik Infrastruktur (PDTI) Didik Triananto, ST.
Harapan kedepan Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa senantiasa mengawal dan monitoring secara kontinu setiap tahapan pelaksanaan kegiatan PKT, sehingga program PKT tahun 2018 dapat berjalan sesuai yang diharapkan serta membawa manfaat untuk desa khususnya di Kecamatan Kalipare. (by.PD-PLD)

 

Screenshot_2

0 175

Begrond1
Dinas Sosial Kabuapten Malang memalui program Bantuan Penyandang Disabilitas telah memberikan bantuan berupa :
Kursi Roda 6 buah ;
Alat Bantu Pendengaran 2 buah;
Alat Bantu Jalan Kruk 3 buah ;
Alat Bantu Jalan tongkat 4 kaki 3 buah ;
Tangkat untuk Orang Buta 5 buah ;
Serta 11 paket sembako.
Kepada Warga Miskin di Kecamatan Kalipare. dan dibagikan Senin tanggal 08 Januari 2018 oleh Camat Kalipare.
Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Program Bapak Bupati dalam mengentaskan kemiskinan di Wilayah Kabupaten Malang lewat beberapa program, contohnya sekarang dari Dinas Sosial Kabupaten Malang yang telah memberikan bantuan kepada njenengan semua, semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat digunakan sehari-hari.

0 185

Beground
Dalam rangka memperingati HUT Dharma Wanita Persatuan ke 18 Tahun 2017 dan untuk mengedukasi juga melatih ketrampilan Anak anak ,Persatuan Guru TK DWP Kecamatan Kalipare bekerja sama dengan JM Tapperware Malang mengadakan lomba mewarna dan kolase untuk TK DWP se Kecamatan.
Lilik M Arifin selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Kecamatan Kalipare dalam sambutannya menyampaikan penghargaan yang sangat tinggi kepada pengurus persatuan guru TK YDWP Kalipare yang telah berhasil melaksanakan kegiatan ini, semoga untuk tahun mendatang bukan hanya Lomba Melukis dan Kolase saja namun dapat dikembangkan dengan lomba-lomba yang lain.
Sedang Muhammad Arifin selaku Camat Kalipare dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih dan selamat berlomba untuk anak anak, memang untuk membentuk otak anak agar lebih kreatif perlu adanya kegiatan semacam ini yang juga menjadikan ajang komunikasi anak, meningkatkan rasa sosial dan aware terhadap situasi.
Untuk hadiah disamping Piala yang disediakan oleh Panitia juga ada bunus dari produk-produk dari Tupperware.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan akan ditutup pukul 13.00 WIB.

0 187

Beground 3
Sabtu, (09/12) Dimulai pukul 13.30 WIB bertempat di Pendopo Desa Arjowilangun dilaksanakan Silaturohmi Polres Malang bersana Tiga Pilar denga Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dalam rangka Harkamtibmas dan Antisipasi Intoleransi.
Dengan Nara SumberPasoter Kodim 0818 Malang, Kasi Intel Polres, Kasi Bimaspol dan Dai Polres Malang (KH Imam Ma’ruf).
Camat Kalipare dalam sambutannya menyampaikan bahwa Tiga Pilar dilaksanakan mulai dari Tingkat Provinsi, Kabpaten/Kota, Kecamatan dan Desa,. Camat merupakan Hakim penyelesaian dengan pendekatan kemasyarakatan/musyawarah; sedang untuk Kapolsek pendekatan penyelesaian perkara dengan bahasa Hukum lain halnya dengan Danramil.
Pada intinya silaturohmi menghasilkan Indahnya Kebersamaan, saling menghormati, bijak dalam berfikir dan bertindak.
Acara berakhir pukul 16.45 WIB berjalan tertib, aman dan terkendali.

0 159

Begroun 1

Sabtu,(09/12) dimulai pukul 09.30 WIB Bertempat di Balai Pertemuan KUA Kecamatan Kalipare dilaksanakan Musywarah Kecamatan MUI Kecamatan Kalipare dengan agenda pemilihan Pengurus Baru Periode 2017-2022, hadir dalam pembukaan Musyawarah Muspika , Kepala KUA , KH Soleh, M.Pd dari MUI Kabupaten Malang.
KH Imam Nawawi selaku Ketua periode 2012-2017 dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran semuanya dalam undangan yang serba mendadak, MUI dimasa sekarang ini banyak mendapatkan tantangan contohnya dalam Bidang Keagamaan timbul perpecahan menjadi aliran aliran baru juga isu isu nasional yang dalam perkembangan tehnologi informasi menjadikan masyarakat saling menghujad.
Sedang Muhammad Arifin Camat Kalipare pertama menyampaikan bahwa Camat/ Muspika selalu mendukung utamanya dibidang keagamaan, yang kedua Musyawarah Kecamatan ini harus dilaksanakan berdasarkan AD/ART, dalam pemilihan Pengurus utamanya Ketua ada tiga persyaratan menurutnya antara lain Mampu, Mau dan Sempat, dan yang ketia mengutip pernyataan Ketua MUI diatas Ketercepatan Informasi yang membuat banyak permasalahan di segala bidang, maka peran MUI agar menyampaikan kebenaran.
Fatkur Rochman,S.Pd selaku Kapolsek Kalipare menyampaikansebentar lagi akan menghadapi Natal dan Tahun Baru, maka Toleransi Umat Beragama hasur selalu dijaga juga dalam menghadapi Pemilu Kada Tahun 2018 Cipta Kondisi perlu dilakukan.
Sedang dari MUI Kabupaten menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Muspika dan Kepala KUA dimana hanya di Kecamatan Kalipare Musyawarah dihadiri lengkap oleh pimpinan.
MUI merupakan mitra pemerintah dalam menjaga Negeri ini menjadi kondusif.
Acara dihadiri oleh 38 orang dari 40 yang diundang dengan menghasilakan ketetapan Pimpinan baru MUI Kecamatan Kalipare yaitu KH Muhtadi Husain, Sekretaris Nurhadi,S.Ag sedang untuk Bendahara H Usman
Acara berjalan anam tertib dan terkendali. Diakhiri pukul 12.30 WIB.

0 190

Beground 1
Rabu, (08/11) Bertempat di Pendopo Kecamatan Kalipare dilaksanakan Visitasi Lapangan Site Visit Kecamatan Award Kabupaten Malang Tahun2017.
Muhammad Arifin selaku Camat Kalipare menyampaikan ucapan selamat datang dan mempersilahkan untuk mencermati setiap paparan nyang dilakukan oleh tiap stakeholder. Saya selaku pimpinan tidak mungkin dapat bekerja sendiri melainkan harus ada keterlibatan baik itu staf saya maupun dari jajaran elemen pemerintahan dan masyarakat apalagi saya masih terhitung 2,5 bulan memimpin di Kecamatan Kalipare ini. Untuk koordinasi 3 (tiga) pilar kami bangun dengan sebaik baiknya hingga di desa yaitu antara Kepala Desa, Babinkamtibmas dan Babinsa.
Acara dilanjutkan presentasi :
I. Bidang Kesehatan disampaikan oleh drg Imam Mashud Kepala Puskesmas yang menyampaikan inovasi inovasi antara lain Antrian untuk pasien yang sudah elektrik sehingga sudah tidak terjadi lagi serobot menyerobot antrian. Selanjutnya pelayanan kesehatan yang sudah ditangani oleh oleh dokter atau paramedic yang sudah berkompeten selai itu juga ada 3 Puskesmas Pembantu, Klinik Panti Rahayu, Praktek Dokter Umum dan Gokter Gigi juga disetiap dasa ada Bidan Desa yang bias melayani masyarakat.untuk Posyandu di Kecamatan Kalipare ada 57 posyandu.
II. Bidang Pendidikan disampaikan oleh Drs. Hartono yang menyampaikan prestasi dibidang pendidikan diantaranya termasuk 5 besar pencapaian nilai tertinggi pada Ujian Nasional tahun 2017 di bidang olah raga mempunyai siswa berprestasi peraih 2 Medali Emas dalam Olympiade Olahraga Siswa Nasional Tahun 2017 di Kota Medan Sumatra Utara yaitu Sahrul Romadhon siswa SDN 04 Kalipare, dari segi Pendidik yang berstatus PNS terus berkurang karena Pensiun dan belum ada tambahan sehingga disetiap sekolah mengangkat Guru GTT yang penggajiannya dibebankan pada sekolah itu sendiri. Di Kecamatan Kalipare mulai tahun 2015 dinyatakan sebagai Kecamatan yang bebas Buta Huruf karena itu untuk program Keaksaraan Fungsional (KF) sudah tidak mendapatkan lagi.
III. Bidang Kemiskinan disampaikan oleh Suyono, SH yang menyampaikan jumlah penerima Rastra ada 4.620 KK , penerima Program PKH 558 Pemanfaat unatuk PBI-JKN 23.792 jiwa sedang untuk inovasi bidang Kemiskinan yatui membuka BUMDes Bersama yang dilakukan oleh Ex. PNPM Mandiri yang nantinya akan melayani khususnya para penerima Rastra dan PKH yang nantinya mendapatkan Kartu ATM.
IV. Bidang Pariwisata baik di Sukowilangun dan Kalipare masih terhalang masalah perijinan dimana lahan yang dimanfaatkan adalah milik Perum Jasa Tirta. Untuk rencana diantara jalur Raimuna Golf akan didirikan Rest Area dan taman bermain yang bekerja sama dengan Perum Perhutani.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan diakhiri dengan kunjungan lapangan ke Bedah Rumah dan Peternakan Sapi bersama hingga pukul 13.00 WIB

0 181

Beground 1
Rabu,(25/10) Bertempat di Pondok Pesantren Ar Ridhlo Desa Sukowilangun dilaksanakan Pelatihan Peningkatan Produktifitas Sayur Organik dan Produk Olahan Sayur.
Karang Taruna Suka Maju Desa Sukowilangun mulai tahun 2013 telah bekerjasama dengan CSR PJB UP Brantas Sutami mengadakan proyek Green House Sayur Organik dimana setiap tahun harus membentuk plasma baru dimana budidaya pertama tahun 2014 di pekarangan milik Junaidi Dusun Sukorejo ; tahun 2015 di pekarangan rumah Demik Dusun Tawang ; tahun 2016 di sebelah timur Balai Desa dan yang bertanggung jawab Sdr. Imam Syafi’I sedang u87ntuk tahun 2017 ini bekerjasama dengan Madrasah Aliyah Ar Ridhlo dengan harapan dapat menjadikan materi pembelajaran sekaligus memenuhi kebutuhan Pondok Pesantren selebihnya dipasarkan di luar.
Selama ini hasil produksi dipasarkan lewat Ir. Hari dari Sukun Malang yang menyalurkan ke supermarket supermarket di Malang dan Surabaya.
Dalam pelatihan kali ini untuk pelatihan produk olahan sayur (hari pertama) instruktur dari TP-PKK Desa Sukowilangun dengan materi membuat Mie dari Sayur , aneka kue dari sayur dan steak sayur sedang untuk hari kedua dengan materi pembuatan pupuk organik instruktur dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang.
Camat Kalipare dalam sambutan yang diwakili Taufik Nurohman selaku Sekcam menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap Karang Taruna Suka Maju yang dengan kreatifitasnya bekerjasama dengan PJB Up Brantas Sutami telah dapat melaksanakan pelatihan ini dengan harapan dapat berkembang dan menjadikan ikon Desa Sukowilangun dengan Green Housenya.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB sampai selesai dua hari.