Pemerintahan

0 143

beground2

Padat Karya Tunai (PKT) menjadi salah satu program yang dilaksanakan di desa tahun 2018. Semua desa dianjurkan untuk mengalokasikan kegiatan bersumber dari Dana Desa (DD) dengan target capaian keseluruhan 30% untuk PKT. Kegiatan PKT difokuskan pada kegiatan yang bersifat horisontal.

Setelah pada bulan maret 2018 dilakukan kegiatan sosialisasi tentang Padat Karya Tunai di Kecamatan Kalipare yang diikuti oleh 9 desa, kini diselenggarakan kegiatan penguatan pelaksanaan PKT untuk PD dan PLD. Bertempat di Aula Kecamatan Kalipare pada hari selasa tanggal 5 Mei 2018 dilaksanakan kegiatan In Service Training (IST) Klaster tentang pelaksanaan PKT. Kegiatan IST diinisiasi oleh Bapak Ketut Selaku Pendamping Ahli Infrastruktur Desa (PA ID) diikuti oleh Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa (PD – PLD) dari Kecamatan Pakisaji, Kepanjen, Sumberpucung, dan Kalipare. Kegiatan IST pelaksanaan PKT di Kecamatan Kalipare dilaksanakan pada pukul 10.00WIB dan berakhir pada pukul 16.00WIB.

Tujuan dari kegiatan IST adalah memberikan pemahaman teknis PKT kepada PD PLD, penyampaian Juknis PKT yang meliputi pengisian form laporan tentang PKT mulai dari data detail calon pekerja, data daftar infrastruktur PKT, dan pengisian data yang akan diakukan oleh desa sebagai kelengkapan laporan pelaksanaan PKT. Selain itu, dalam materi yang disampaikan mencangkup penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa di desa.

Kegiatan IST dibuka langsung oleh Sekretaris Kecamatan Kalipare Bapak Taufik Nurohman. Dalam sesi pembukaan menyampaikan bahwa “Kecamatan kalipare sangat mengapresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan IST karena kedepan bisa lebih berkulaborasi dalam pelaksanaan program Padat Karya Tunai khususnya di Kecamatan Kalipare”. Selain itu beliau juga berpesan “mohon dengan sangat di Kalipare dan Kecamatan yang hadir saat ini, dengan kondisi desa masih belum bisa dilepas sendiri dan masih butuh pendampingan dari kita semua (Pendamping Desa). Dana Desa masih merupakan barang baru meskipun sudah 3 tahun tetapi masih ada desa yang mengalami kesalahan dalam penyusunan administrasi. Semoga pendamping desa tidak segan-segan untuk mengkoreksi jika ada yang kurang tepat di desa terkait pelaksanaa DD”.

Kegiatan terlaksana dengan baik, terlihat dari aktifnya dialog peserta IST terkait materi pelaksanaan teknis PKT yang akan diimplementasikan di desa dampingan. Pasca kegiatan IST pelaksanaan PKT di Kecamatan Kalipare yang diikuti oleh klaster empat kecamatan, akan segera ditindaklanjuti dengan kegiatan yang sama di tingkat kecamatan dan desa. Memberikan pemahaman pengisian data PKT kepada Kecamatan dan Desa. Harapannya kegiatan teknis dan administrasi dapat dilakukan dengan tertib sesuai dengan aturan yang berlaku. (PD_PLD)

0 241

Undang Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 tak terasa sudah berjalan 4 tahun, pembangunan desa memang menjadi prioritas utama Presiden Joko Widodo mulai memimpin Pemerintahan. Pembangunan yang awalnya di titik beratkan pada ibu kota kini telah di alihkan untuk lebih di ratakan ke seluruh Indonesia, Hal ini diterjemahkan dalam sasaran Pengembangan wilayah di RPJMN 2015 – 2019.
Undang – Undang Desa Telah menempatkan desa menjadi ujung tombak pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah dalam hal ini Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Desa Pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada bulan Desember 2017 telah melakukan penandatanganan Keputusan Bersama Nomor; 140-8698 Tahun 2017,954/KMK.07/2017; 116 Tahun 2017; 01/SKB/M.PPN/12/2017 tentang Penyelarasan dan penguatan kebijakan percepatan pelaksanaan undang-undang nomor 6 tahun 2014.
Surat Keputusan Bersama Menteri (SKB 4 Menteri) ditindaklanjuti oleh Kemendagri melalui Surat untuk Bupati/Walikota Nomor 188.42/258/BPD berisi; a) Melakukan penguatan kewenangan, tugas dan fungsi inspektorat daerah, badan perencanaan, badan keuangan, dinas daerah terkait serta kecamatan dalam melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap Desa; b) Memfasilitasi dukungan pelaksanaan Padat Karya Tunai di Desa.
Kabupaten Malang juga di tindaklanjuti dengan surat pengantar ditujukan kepada Camat Se-Kabupaten Malang Nomor; 410/341/35.07.119/2018 tentang surat dari Dirjen Bina Pemdes Kemendagri dikirimkan sebagai bahan koordinasi terkait penerapan kegiatan Padat Karya Tunai dalam pemanfaatan dana desa.
Padat Karya Tunai (PKT), adapun manfaat yang di dapat dari program PKT adalah; 1. Produksi dan nilai tambah, 2. Perluasan kesempatan kerja sementara, 3. Penciptaan upah sementara, 4. Perluasan mutu dan akses pelayanan dasar 5.Penurunan angka Stunting serta, 6. terbuka nya desa terisolir.
Kegiatan Sosialisasi dan Bimtek PKT di Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang dapat terlaksana diinisiasi oleh Pendamping Desa yang bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2018 bertempat di Aula Kecamatan Kalipare. Camat Kalipare Moch Arifin, S. Sos. MM membuka kegiatan Bimtek tentang Padat Karya Tunai Tahun 2018. Bimtek PKT tersebut di hadiri oleh Kasi Pemerintahan, Kasi Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), bersama dengan 9 Desa PTPKD dan TPK, Pendamping Lokal Desa (PLD), Narasumber Bimtek PKT oleh Pendamping Teknik Infrastruktur (PDTI) Didik Triananto, ST.
Harapan kedepan Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa senantiasa mengawal dan monitoring secara kontinu setiap tahapan pelaksanaan kegiatan PKT, sehingga program PKT tahun 2018 dapat berjalan sesuai yang diharapkan serta membawa manfaat untuk desa khususnya di Kecamatan Kalipare. (by.PD-PLD)

 

Screenshot_2

0 168

Beground 1
Rabu, (08/11) Bertempat di Pendopo Kecamatan Kalipare dilaksanakan Visitasi Lapangan Site Visit Kecamatan Award Kabupaten Malang Tahun2017.
Muhammad Arifin selaku Camat Kalipare menyampaikan ucapan selamat datang dan mempersilahkan untuk mencermati setiap paparan nyang dilakukan oleh tiap stakeholder. Saya selaku pimpinan tidak mungkin dapat bekerja sendiri melainkan harus ada keterlibatan baik itu staf saya maupun dari jajaran elemen pemerintahan dan masyarakat apalagi saya masih terhitung 2,5 bulan memimpin di Kecamatan Kalipare ini. Untuk koordinasi 3 (tiga) pilar kami bangun dengan sebaik baiknya hingga di desa yaitu antara Kepala Desa, Babinkamtibmas dan Babinsa.
Acara dilanjutkan presentasi :
I. Bidang Kesehatan disampaikan oleh drg Imam Mashud Kepala Puskesmas yang menyampaikan inovasi inovasi antara lain Antrian untuk pasien yang sudah elektrik sehingga sudah tidak terjadi lagi serobot menyerobot antrian. Selanjutnya pelayanan kesehatan yang sudah ditangani oleh oleh dokter atau paramedic yang sudah berkompeten selai itu juga ada 3 Puskesmas Pembantu, Klinik Panti Rahayu, Praktek Dokter Umum dan Gokter Gigi juga disetiap dasa ada Bidan Desa yang bias melayani masyarakat.untuk Posyandu di Kecamatan Kalipare ada 57 posyandu.
II. Bidang Pendidikan disampaikan oleh Drs. Hartono yang menyampaikan prestasi dibidang pendidikan diantaranya termasuk 5 besar pencapaian nilai tertinggi pada Ujian Nasional tahun 2017 di bidang olah raga mempunyai siswa berprestasi peraih 2 Medali Emas dalam Olympiade Olahraga Siswa Nasional Tahun 2017 di Kota Medan Sumatra Utara yaitu Sahrul Romadhon siswa SDN 04 Kalipare, dari segi Pendidik yang berstatus PNS terus berkurang karena Pensiun dan belum ada tambahan sehingga disetiap sekolah mengangkat Guru GTT yang penggajiannya dibebankan pada sekolah itu sendiri. Di Kecamatan Kalipare mulai tahun 2015 dinyatakan sebagai Kecamatan yang bebas Buta Huruf karena itu untuk program Keaksaraan Fungsional (KF) sudah tidak mendapatkan lagi.
III. Bidang Kemiskinan disampaikan oleh Suyono, SH yang menyampaikan jumlah penerima Rastra ada 4.620 KK , penerima Program PKH 558 Pemanfaat unatuk PBI-JKN 23.792 jiwa sedang untuk inovasi bidang Kemiskinan yatui membuka BUMDes Bersama yang dilakukan oleh Ex. PNPM Mandiri yang nantinya akan melayani khususnya para penerima Rastra dan PKH yang nantinya mendapatkan Kartu ATM.
IV. Bidang Pariwisata baik di Sukowilangun dan Kalipare masih terhalang masalah perijinan dimana lahan yang dimanfaatkan adalah milik Perum Jasa Tirta. Untuk rencana diantara jalur Raimuna Golf akan didirikan Rest Area dan taman bermain yang bekerja sama dengan Perum Perhutani.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan diakhiri dengan kunjungan lapangan ke Bedah Rumah dan Peternakan Sapi bersama hingga pukul 13.00 WIB

0 329

Pembinaan 1
Rabu,(02/08) bertempat di Balai Desa Sukowilangun dilaksanakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Lembaga Masyarakat Desa dan Lembaga Adat yang ada di Desa Sukowilangun dengan Pemateri Kapolsek Kalipare, Kasi Ekbang & PP dan Kasi Pemerintahan Kecamatan Kalipare.
Peserta pelatihan dari BPD dan Anggota, LPMD dan Anggota serta pengurus Lembaga Adat, bertujuan untuk meningkatkan dan menguatkan kelembagaan desa.
Kapolsek Kalipare AKP Fathkur Rochman, S.Pd menyampaikan materi masalah
• Ketahanan Pangan , dimana akhir-akhir ini terjadi mahalnya kebutuhan sembako utamanya bersa dan Garam ;
• Undang-undang No. 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan , salah satunya yang menyangkut organisasi yang menyimpang dan menentang Idiologi Pancasila, NKRI dan Agama di mana di wilayah perlu adanya antisipasi
• Perang dengan Narkoba yang sudah menjamur dan masuk di semua kalangan.
Kasi Ekbang PP menyampaikan masahal Pendataan / Pemetaan sarana prasarana kebinamargaan dimana LPMD harus turut berperan aktif membantu Pemerintah Desa dalan penyusunan rencana pembangunan untuk tahun yang akan datang.
Kasi Pemerintahan menyampaikan ulasan tentang Dana Desa dan Alokasi Dana Desa mulai dari perencanaan, pengusulan, pelaksanaan sampai pertanggungjawaban.
Acara dilanjutkan peninjauan lokasi proyek yang telah selesai dikerjakan

0 292

Pembinaan 1
Selasa,(18/07) bertempat di Pendopo Desa Sukowilangun dilaksanakan Pembinaan Perangkat Desa oleh Muspika Kecamatan Kalipare. Acara dihadiri oleh semua Perangkat Desa dan BPD Desa Sukowilangun.
Slimuryanto selaku Kepala Desa menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakan pembinaan ini adalah untuk menyegarkan ingatan tentang tupoksi dari masing masing perangkat.
Indra Gunawan Camat Kalipare menyampaikan dan menghimbau agar kedisiplinan perangkat yang mulai kendor agar dipacu kembali masalahnya dasar dari kunjungan Komisi A DPRD Kabupaten Malang yang baru lalu disampaikan bahwa semua Perangkat sampai Kasun harus masuk kantor setiap hari sesuai dengan jam masuk kantor, jika itu dilanggar dan muncul temuan maka akan ada tindakan hingga mengembalikan gaji yang diterima sampai 6 bulan.
Sedang dari Kapolsek menyampaikan tentang keamanan lingkungan dan ketertiban ber lalu lintas, juga disinggung tantang Perangkat harus bisa menjadi pelopor dan panutan bagi masyarakat
Untuk Dan Ramil menyampaikan masalah Kamtibmas.
Acara dilanjutkan pembinaan administrasi oleh Kasi-kasi di Kecamatan.

0 346

13 06 2017
Rabu (13/06), berdasarkan surat Kementrian Sekretariat Negara Republik Indonesia kepada Inspektor Kabupaten Malang tertanggal 09 Mei 2017, Nomor : B2750/Kemensetneg/D-2/DM 03/05/2017 Perihal Pengadiam Masyarakat Desa Tumpakrejo Kecamatan Kalipare, atas Nama Sutarmidi alamat Desa Tumpakrejo Rt. 04 Rw.06 Kec. Kalipare Kabupaten Malang, yang melaporkan bahwa Kepala Desa Tumpakrejo melakukan Pungli dalam pembuatan Sertifikat Tanah Redis/P II dan ada indikasikorupsi Dana Desa dan Alokasi Dana Desa.
Terkait hal diatas maka Inspektorat Kabupaten Malang hari ini menurunkan Tim sebanyak 7 orang yang dipimpin Rini Nurhayati tiba di Desa Tumpakrejo pukul 10.45 WIB dan langsung diterima Kepala Desa Tumpakrejo yang didampingi PLH Sekcam, Kasi Pemerintahan dan Pendamping Desa serta semua Perangkat Desa.
Agenda pemeriksaan yaitu Administrasi dan Lapangan dengan hasil untuk Administrasi belum/tidak ada temuan yang berarti sedang untuk pelaksanaan Proyak/Lapangan semua dikerjakan sesuai dengan RAB yang tertuang dalam APBDesa, bahkan seharusnya ada partisipasi dari masyarakat berupa bantuan swadayauang /material Tim Pelaksana Kegiatan tidak berani menarik, masyarakat hanya dilibatkan jika ada kerja bhakti ( tenaganya saja ). Itu semua juga sesuai dengan pemeriksaan oleh Tim ahli dibidangnya yang juga dibentuk oleh Inspektorat Kabupaten Malang beberapa waktu lalu untuk desa-desa se Kecamatan Kalipare tidak ditemukan permasalahan yang berarti.
Untuk pihak pelapor sendiri setelah dicari informasinya ke Kepala Dusun dan Sunarno Ketua RT. 04 / RW 06 menyatakan bahwa tidak ada penduduknya yang bernama Sutarmidi tapi ada namanya Tarmidi tapi orangnya sudah Jempo tidak tau masalah apa-apa masalah surat itu.
Heru Sumbodo Kepala Desa Tumpakrejo memberikan tanggapan ringan yaaa.. itu hanya orang yang iri dan kurang kerjaan, tenang saja yang penting kerja-kerja dan kerja biar orang lain bicara apa.

0 305

Untitled
Selasa (23/05), Bertempat di Pendopo Desa Arjosari dilaksanakan pembinaan Perangkat Desa serta RT dan RW se Desa Arjosari.
Acara dipimpin Kepala Desa Arjosari Imam Mahmudi,SPd dan dihadiri oleh Muspika besewrta Staf.
Imam Mahmudi dalam sambutannya menyampaikan terkait masalah Keamanan menjelang Bulan Ramadhan serta pelaksanaan pembangunan yang akan dilaksanakan tahun ini baik itu dari Swadaya Masyarakat maupun bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Kabupaten , disinggung juga masalah kebersihan lingkungan.
Camat Kalipare memberikan arahan untuk RT dan RW yang merupakan ujung tombak pemerintahan yang paling bawah dan kerja sosial agar mengisi Buku Administrasi minimal Buku Penduduk, Buku Tamu dan Buku Kegiatan dimana buku tersebut pengadaannya oleh Pemerintah Desa.
Sedang untuk Perangkat Desa tolong Tugas Pokok dan Fungsinya dipahami dan dilaksanakan dengan disiplin yang disertai keikhlasan.
Acara dimulai pukul 09.30 hingga 12.30.aman dan lancar.

0 424

Begrona
Pemilihan Kepala Desa secara serentak di Kabupaten malang dilaksanakan pada 30 April 2017, adapun tahap tahap yang sedang dilalui sekarang adalah dilaksanakan Rapat Penetapan Bakal Calon Kepala Desa menjadi Calon Kepala Desa. Pada hari Rabu (05-04-2017) Bertempat di Pendopo Desa Kaliasri Drs. Hartono selaku Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa menetapkan Eko Sumarli dan Gaguk sebagai calon Kepala Desa Kaliasri karena setelah dibuka pendaftaran yang daftar hanya dua orang itu.
Dalam acara itu hadir Muspika, Kasi Pem, Kepala Desa Staf Kecamatan, Anggota Koramil dan Polsek serta serta tokoh masyarakat sebagai undangan.
Kepala Desa Kaliasri Wigirin menyampaikan harapannya agar para calon bertarung secara sportif, tidak menggunakan cara kasar sehingga pelaksanaan Pilkades lancar, semua calon harus siap kalah dan siap menang. Siapapun yang terpilih itulah yang terbaik menurut masyarakat dan harus menjalankan tugas sebaik-baiknya.
Indra Gunawan S.Sos camat Kalipare dalam sambutannya berharap semua pihak ikut mensukseskan gelaran ini. Para pemilih datang dan mencoblos sesuai keinginan yang sesungguhnya bukan karena pengaruh dari luar. Juga untuk tingkat kehadiran diharapkan panitia mengoptimalkan.
AKP. Fatkur Rokhman S.Pd selaku Kapolsek Kalipare menyampaikan tentang kamtibmas termasuk perjudian yang marak di setiap Pilkades;
Setelah penetapan acara dilanjutkan dengan pengambilan Nomor Urut yang nantinya terpampang pada tanda Gambar.
adapun untuk Kecamatan Kalipare ada dua desa yang melaksanakan pilkades yaitu Desa Kaliasri dan Desa Arjosari dimana untuk Desa Arjosari penetapan Calon dan Pengundian nomor urut dilaksanakan pada Kamis tanggal 30 Maret 2017.
Acara dimulai pukul 10.00 WIB sampai 12.30 WIB dengan aman dan sukses.

0 295

1 Musren
Musrenbang Kecamatan Kalipare dilaksanakan Senen tanggal 13 Pebruari 2017 di Pendopo Kecamatan diikuti oleh Muspika, Dinas/Instansi, Kepala Desa, Ketua BPD dan masing-masing desa 5 orang delegasi, juga dihadiri oleh Tim dari Bappeda , Dinas PU Bina Marga, Dinas PU Sumber Daya Air , Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sementara daru DPRD Dapil VI tidak hadir.
Musrenbang tahun 2017 prosesnya taidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya karena untuk tahun ini sudah melalui input data pada aplikasi sehingga langsung dapat dilihat oleh SKPD se Kabupaten Malang.
Indra Gunawan S.Sos selaku Camat Kalipare menyampaikan setelah dilaksanakan Musren Dusun lalu Musren Desa dapat menjaring usulan sebanyak 230 Proyek/Program yang diusulkan untuk tahun 2018, namun dari Bappeda membatasi untuk satu kecamatan 20 usulan yang hari ini sudah harus dientre.
Pada akhir acara dilakukan pemilihan Delegasi Kecamatan yang akan hadir pada Musrenbang Kabupaten antaralain Sdr. Hartono dari Kaliasri, Suyono dari Arjowilangun dan Winarti dari Tumpakrejo.

0 1252

Arjosari
Berdasarkan peraturan Bipati Malang Nomor 32 Tahun 2017 tentang Pemilihan Kepala Desa dan Surat Keputusan Bipati Malang Nomor 149 Tahun 2017 tentang Hari dan Tanggal Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Desa Secara Serentak Tahun 2017, untuk Kecamatan Kalipare terdapa 2 Desa yaitu Desa Arjosari dan Desa Kaliasri yang masa bhakti Kepala Desa nya berakhir pada tanggal 14 Nopember 2017, maka berdasarkan Sk Bupati Nomor 149 diminta untuk dapat ikut Pilkades serentak tahun 2017 ini dengan catatan Kepala Desa harus mengajukan Surat Pengunduran Diri kepada Bupati Malang.
untuk mengejar waktu dan menyesuaikan tahapan-tahapan Pilkades maka pada hari Sabtu tanggal 4 Pebruari 2017 pukul 14.00 WIB bertempat di Balai Desa Arjosari dilaksanakan Sosialisasi sekaligus pembentukan dan pengukuhan Panitia Pilkades 2017 oleh BPD Desa Arjosari dimana Kepala Desanya siap mengundurkan diri untuk dapat mencalonkan kembali, sedang untuk Desa Kaliasri Sosialisasi sekaligus pembentukan dan pengukuhan Panitia Pilkades 2017 oleh BPD dilaksanakan pukul 19.30 WIB pada hari yang sama.
Camat Kalipare dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasi khusunya kepada Kepala Desa Arjosari yang sudah siap 100 % (karena untuk Kepala Desa Kaliasri memberikan jawaban masih setengah-setengah / 50 % bias lanjut pilihan bias tidak itulah politik menurutnya) dan jika tahun ini tidak dilaksanakan karena Kepala Desa masih ingin menghabiskan masa jabatannya maka Pilkades di Desa itu akan dilaksanakan serentak tahun 2019 yang otomatis setelah selesai masa jabatan Kadesnya akan diisi oleh Penjabat Kepala Desa yang ditetapkan oleh Bupati Malang, yang kedua untuk Pantarlih agar hati hati lebih baik orangnya tidak datang tapi terdaftar daripada orangnya hadir tidak terdaftar, untuk Ketua Panitia diminta meminimalisasi kesalahan.
aKaliasri