Di desa Sukowilangun mayoritas masyarakatnya adalah petani sebagai mata pencahariannya. Masyarakat sering kali mengalami kegagalan dalam pertanian utamanya tanaman padi yang disebabkan karena kekurangan air. Selama ini masyarakat memanfaatkan lahan kering untuk penanaman padi pada musim penghujan (tadah hujan), itu pun jika curah hujan tinggi maka panen akan bisa berhasil. Selain itu juga lahan persawahan di desa Sukowilangun sangatlah terbatas.

Dalam kondisi tersebut Kelompok Tani Suka Maju Desa Sukowilangun mempunyai ide dan gagasan untuk mencari solusi permasalahan tersebut. Akhirnya munculah gagasan sistem mina padi dilahan kering, yaitu menanam padi dan memelihara ikan dalam media yang berbeda tetapi saling berhubungan.

Pada awalnya saya menggunakan media  penanaman padi dengan menggunakan tanah kering (Tegal) dengan ukuran 1×1 meter dibelakang rumah dengan aliran air yang dihubungkan langsung dengan kolam ikan di tempat terpisah.  Pada masa percobaan  selama 1 tahun kami  berhasil 3 kali masa panen. Persatu kali panen dengan seluas media tersebut dapat menghasilkan 0,5 kg beras.

Setelah melakukan percobaan selama 1 tahun berhasil, akhirnya kami memberanikan diri mengaplikasikan metode ini bersama dengan kelompok tani Suka Maju dalam  skala yang lebih luas. Dalam percobaan yang kesekalian kalinya menambah keyakinan kami bahwa menanam padi tidak harus di tanah persawahan yang berkecukupan air, sehingga bisa memanfaatkan lahan-lahan kering yang pada musim kemarau tidak bisa produktif.

Harapan kami seluruh masyarakat bisa ikut serta mengembangkan metode ini sehingga bisa meningkatkan perekonomian dibidang pertanian dan perikanan.

NO COMMENTS

Leave a Reply